EDISI

EDISI

Sabtu, 28 Agustus 2010

Taksi Bandara Sistem Borongan

Taksi Bandara Sistem Borongan

Calon Penumpang Mengeluhkan

Pelayanan Yang Main Patok Harga

Bandara Udara Internasional Cengkareng adalah tempat orang berpergian dari sekitar Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ke luar kota, bahkan untuk berpergian ke Luar Negeri. Namun, dalam pelayanan disekitar Bandara Udara tersebut masih ada pelayanan angkutan taksi yang selalu mencekek leher para calon penumpang. Seperti yang dialami salah satu calon penumpang yang bernama Midun baru-bari ini (Jumat, 23 Juli 2010) sekitar jam 11.00, saat turun pesawat Lion Air jurusan Ngurah Rai, Denpasar, Provinsi Bali langsung mencari taksi untuk ke daerah Cengkareng. Saat naik salah satu taksi yang bernomor pintunya B 358, nomor plat kenderaan B.1130.FTA pengemudi taksi tersebut langsung menawarkan dengan sistem borongan dengan harga sekitar Rp.150.000,- karena kita tidak mau sistem borongan akhirnya tidak jadi naik taksi itu dan mencari taksi lainnya, kata Midun, warga penduduk Cengkareng.

Hal ini saat dikonfirmasi ke Pool taksi Koperasi salah satu petugas yang mengaku bernama Alex melalui telepon mengatakan, sistem borongan tidak pernah disarankan dari perusahaan, namun kenakalan pengemudi akan dicatat dan dilaporkan pada pimpinan, tandasnya.

Hal ini, dengan banyaknya laporan dari masyarakat ke Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur dan Rekanan (LSM PAKAR) akan menindaklajuti ke intansi terkait, bahkan akan melaporkan sampai Tim Mafia Hukum, kata Jimmy Simanjuntak, Ketua LASM PAKAR. (Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar