Proyek Pekerjaan
”Dinas PU Kota Pontianak
Diduga Banyak Bermasalah”
Apatur Negara Sipil atau kita kenal dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah penyelengara Administrasi Negara yang mana fungsi dan tugasnya adalah memberikan pelayanan pada masyarakat, nah tentunya haruslah bersikap arif dan bijak dalam memberikan pelayanan pada masyarakat umum yang memerlukan Informasi dan transparansi apalagi sekarang Undang-Undang mengenai Keterbukaan pejabat Publik untuk memberikan Informasi Transparansi sudah disahkan. Namun, masih ada Pejabat Selaku Administrasi Negara Yang tidak mau memberikan keterangan pada masyarakat yang membutuhkannya apalagi yang datang ingin bertemu adalah Wartawan baik itu masmedia cetak maupun elektronik.
Itulah linik kenyataan yang ada pada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Administrasi Pontianak, Ir.H. Edi Rusdi Kamtono, ST.MM, saat ditemui pada minggu lalu (jum’at, 13 Agustus 2010) hendak ditemuai dalam rangka konfirmasi terkait mengenai pekerjaan Proyek Dinas Pekerjaan Umum Kota Administrasi Pontianak yang diduga banyak penyimpangan dalam pelaksanaan pengadaan fisik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum melalui stafnya mengatakan, bahwa bapak tidak dapat ditemui dengan alasan tidak ada di tempat. Tetapi kendaraannya atau mobil dinasnya jelas-jelas terpampang didepan kantor.
Perlakuan tersebut bukan hanya baru-baru ini saja terjadi, tetapi sudah sering bila yang datang dari masmedia baik elektronik maupun cetak serta dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ingin bertemu dalam hal konfirmasi berbagai hal yang berketaitan dengan Dinas Pekerjaan Umum selalu tolak, dengan alasan berbagai macam seperti; tidak ada ditempat, Sibuk, dan rapat.
Hal senadah juga disampaikan Ketua LSM LIP-NKRI, Ferry Agusrianto, ”hal ini bukan baru ini saja terjadi tetapi sudah lama dan bukan rahasia umum lagi, Seperti apabila ada temuan dan ingin dikordinasikan LSM LIP-NKRI pada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianajk selalu terbentur dengan keprangkat kerjanya, padahal segala sesuatu yang bersifat teknis dan prinsip merupakan kebijakan Kepala Dinas, ada saja alasan beliau, terkecuali alasan bapak arisan aja tidak ada,” unkap ketua LSM LIP-NKRI.
Dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum diduga banyak pekerjaan maupun pembangunan Insfrastur jalan yang pengerjaannya terindikasi hancur, karena di dalam ruang kantor Ir. H. Edi Rusdi Kamtono ST, MM saja ada jalan tikus untuk menghindari sang kucing yang mengantri. (Sbar -401/ Ecky-403)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar