EDISI

EDISI

Sabtu, 28 Agustus 2010

Mengatasi Kemacatan Lalin Di DKI

Mengatasi Kemacatan Lalin Di DKI

Tindak Tegas Pelanggar Jalur Busway

Mengatasi Kemacetan lalu-lintas 'PR' Kapolda Metro Yang Baru

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melakukan operasi gabungan penertiban jalur busway. Operasi pada hari pertama (Senin, 02 Agustus 2010) kali ini berhasil dengan menjaring sekitar 406 pelanggar lalu lintas. Seluruh yang melanggar Lalu Lintas (Lalin) ditilang, tidak ada pengecualian dan terjaring 406 pelanggar.


Operasi digelar di empat koridor yaitu Koridor I (Blok M-Kota), Koridor III (Kalideres-Harmoni), Koridor V (Kp.Mlayu-Ancol), dan Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas).

Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (Pemprov DKI) Jakarta sangat diperlukan kerja yang keras serta menjadi 'PR' Kapolda Metro Jaya yang baru Irjen Pol. Timur Pradopo.

Operasi Patuh Jaya 2010, untuk mengurai kemacetan lalu-lintas diwilayah Jakarta, kian dipertanyakan efektifitasnya. Timur Pradopo menjelaskan, operasi tersebut menekankan pada kedisiplinan masyarakat pengguna sarana jalan, untuk tertib dan disiplin berlalu-lintas.

Dalam opeerasi tersebut bukan hanya penegakan hukum untuk mengurai kemacetan, tapi juga penegakan prilaku disiplin. Jakarta yang sudah kian macet, jenuh, serta tidak akan ada berubah, kalau kita tidak mulai dari disiplin, kata Timur Pradopo.

Solusi lainnya mengurangi kemacetan, yaitu memaksimalkan Moda Trasnportasi Umum. "Angkutan umum dan moda transportasi yang berkaitan dengan orang banyak yang harus dikembangkan." Bila berbicara tentang lalu lintas tidak bisa hanya tumpuan pada Polda Metro Jaya, tetapi dari unsur instansi lainnya seperti Pemprov DKI Jakarta serta unsur intansi lainnya.

Sementara Kombes Pol Drs Condro Kirono MM, Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya menginstruksikan pada semua anggotanya menindak tegas pelanggar aturan lalulintas walaupun Operasi Patuh sudah berakhir. Penindakan tersebut terutama di jalur-jalur busway pada jam-jam sibuk. “Seluruh pelanggaran lalu lintas harus ditindak tegas dan diupaya untuk melancarkan arus lalu lintas khususnya pada jam sibuk,” kata PMJ Condro Kirono, MM.

Condro menambahkan, selain penindakan juga menekankan pada anggotanya untuk turun tangan bila terjadi kemacetan walaupun kondisi lalu lintas Jakarta saat ini sudah padat karena tingginya volume kendaraan bermotor. Kita harus turun tangan walaupun penambahan kendaraan bermotor sudah mencapai 8 juta untuk kendaraan sepeda motor, 3 juta untuk mobil dan 1 juta angkot, tambahnya Condro.

Fauzi Bowo, Gubernur DKI Ja­karta mengatakan, untuk penjagaan empat kori­dor busway tersebut Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Satpol PP, serta unsur pemerintah kota setempat. Fokus sterilisasi dilakukan pada saat jam sibuk, yakni di pagi hari pukul 06.00-09.00 dan sore hari pukul 16.00-19.00. Ancaman sanksi­nya, setiap pe­lang­gar lalu lintas akan langsung ditilang polisi.


Tim Gabungan ini akan be­kerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Se­per­­ti Satpol PP, khusus mem­bantu menertibkan titik-titik ja­lur bus­way yang banyak Peda­gang Kaki Lima (PKL), sehingga perjalanan bus menjadi lancar.

Kemudian Tim Gabungan dari unsur Dishub DKI akan mendapat tugas tam­ba­han, yaitu menata rute kenda­raan non busway di sepanjang jalur di empat koridor itu. Menertibkan parkir liar dan parkir yang melanggar rambu lalu lintas. Selain itu, bus yang mang­kal terlalu lama di semba­rang tem­pat juga menjadi bagian tugas Tim Gabungan unsur Dishub untuk me­nertib­kannya, tandasnya Foke dengan sapaan akrabnya.


Foke menjelaskan, busway yang sudah menjadi angkutan transportasi primadona masya­rakat harus mendapat perhatian dari Pemprov DKI Jakarta. Tranportasi massal busway harus memberikan kenyamanan pa­da konsumen. Salah satunya, de­ngan mensterilkan jalur busway se­hingga membuat ketepatan waktu kerja, sesuai yang di­inginkan war­ga Jakarta serta warga dari pinggirannya.


“Busway merupakan angkutan pilihan warga Jakarta karena busway dinilai nyaman. Waktu perjalanannya lebih cepat sam­pai tujuan dibanding kendaraan pri­badi. Untuk itu, kita akan ting­katkan layanan busway dengan menertibkan dan mensterilkan jalur busway,” tandasnya Foke.


Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta me­ngatakan, pelaksana­an program sterilisasi jalur bus­way sudah seharusnya dilaksana­kan. Hal itu sebagai jawa­b­an atas keluhan warga DKI Jakarta sela­ma ini. Hanya ke­tegasan pihak berwenang yang mampu mengatasi masalah ini. “Seluruhnya akan beroperasi di setiap koridor yang ditetapkan. Pengguna kendaraan yang masuk ke jalur bus­way akan ditindak lang­sung di tempat kejadian,” katanya.


Pristono menambahkan, selama ini ope­rasi ste­rilisasi sudah pernah di­laku­kan, namun tidak bisa efektif karena berbagai hal. Namun, walau sudah ada penjagaan dari polisi di se­jumlah jalur saat jam sibuk, tapi tetap saja jalur bus­way tidak bisa steril se­cara baik, tambahnya. (Tim/Agus-030)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar