DPR-RI Minta
Diplomasi Pemerintah
Atasi TKI Di Malaysia
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia Daerah Pilihan (DPR-RI Dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) Caroline minta diplomasi Pemerintah mengatasi permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negara Malaysia. Agar nasib tenaga kerja tidak menjadi sasaran kekerasan majikan. Selain sebagai bentuk keseriusan pemerintah memperjuangkan hak warganya di luar negeri.
Caroline saat menanggapi TKI tewas tertembak PDRM saat menggelar unjuk rasa menuntut upah. “Apapun penyebab yang menimpa TKI di Malaysia pemerintah harus turun tangan. Dengan melakukan diplomasi. Agar masalah tidak terus berlarut. Sekaligus mengangkat nilai kemanusiaan warganya. serta supaya majikan memperlakukan tenaga kerja asal Indonesia secara manusiawi dan tidak semaunya,” kata Caroline.
Caroline menambahkan, atas kejadian yang menimpa TKI asal Indonesia, Kementerian Luar Negeri mesti minta klarifikasi ke pihak Negara Malaysia, agar permasalahan dapat tuntas. Sehingga jalinan hubungan antara negara Indonesia dan Malaysia tetap bisa terpelihara secara baik. Jika pemerintah berdiam diri dan menutup mata atas berbagai kejadian yang menimpa TKI, berarti membiarkan kedaulatan negara untuk tidak sejajar dengan Malaysia.
Caroline mengharapkan ada perhatian khusus pemerintah terhadap nasib TKI. Serta mengupayakan bantuan sehingga posisi TKI tidak selalu sebagai pihak yang patut dipersalahkan. Jika mengalami penyiksaan atau bekerja tanpa upah layak karena alasan dari pihak majikan. Yang selalu ingin benar dan menyudutkan TKI.
Dewan telah mengupayakan melalui Fraksi PDI-P DPR-RI membahas masalah TKI asal Kalbar yang mengalami perlakuan diluar batas kemanusiaan. Ia juga mengharapkan pada warga Kalbar jika ingin bekerja ke luar negeri mesti berdokumen lengkap. Agar tidak menjadi korban kekerasan majikan. Sekaligus meminta aparat keamanan mengawasi PJTKI dalam menyalurkan TKI. Meski sekarang pengiriman TKI ke Malaysia secara resmi telah dihentikan. (Sabar -401)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar