EDISI

EDISI

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pelantikan Ketua Pengawas TK dan SD

Pelantikan Ketua Pengawas TK dan SD, Dipertanyakan

Tokoh masyarakat dan anggota Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Cileungsi mempertanyakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Pasalnya seorang mantan guru yang pernah tersandung masalah bernama H.Rahmat, bisa menjadi ketua pengawas TK dan SD di wilayah Gunungputri,” ujar seorang tokoh masyarakat, Babay Sarbana kepada Radar Bogor, kemarin.

Mantan guru yang pernah tersandung masalah itu adalah mantan guru SD Nyalindung, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi. Pada bulan yang lalu (Kamis,1 Juli 2010), mantan guru yang pernah tersandung masalah itu dilantik oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Didi Kurnia sebagai ketua pengawas TK dan SD di wilayah Gunungputri.

“Padahal sehari sebelum mantan guru bermasalah itu dilantik, saya melaporkan kesalahan yang pernah dilakukan mantan guru bermasalah itu kepada Ka.disdik Didi Kurnia,” ucapnya. Namun, lanjut dia, setelah dirinya melaporkan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Bogor langsung menghubungi Kepala Kepegawaian Disdik Kabupaten Bogor Yadi Mulyadi.

“Dalam sambungan telepon yang saya juga ada disamping Kadisdik Kabupaten Bogor, Didi Kurnia mengatakan kepada Kepala Kepegawaian Disdik Kabupaten Bogor Yadi Mulyadi untuk menunda pelantikan pada mantan guru yang pernah bermasalah itu,” katanya.

Dirinya mengaku kecewa kepada disdik Kabupaten Bogor. “Ada apa ini sebenarnya dengan Disdik Kabupaten Bogor, kenapa mantan guru yang pernah bermasalah itu jadi juga dilantik sebagai ketua pengawas TK dan SD di wilayah Gunungputri,” tambahnya.

Ia membeberkan, mantan guru SD Nyalindung itu pernah menjadi Kepala Sekolah SDM tersebut. “Tapi karena tersandung masalah pernah membuatkan ijazah palsu seorang calon Kades di daerah Cileungsi, makanya jadi turun menjadi guru,” ucapnya.

Sementara itu, seorang anggota PGRI Cileungsi Buchori Muslim menambahkan, seorang mantan guru yang pernah bermasalah dan kini menjadi ketua pengawas TK dan SD wilayah Gunungputri itu ketika menjadi guru tak pernah menjalankan tugas sebagai guru dengan optimal. ”Mantan guru yang kini menjadi ketua pengawas TK dan SD itu sering tak mengajar anak didik kelasnya,” kata Buchori Muslim.

Ia menilai, mantan guru yang pernah bermasalah itu menganggap enteng tugas sebagai guru nya. “Karena ketika mantan guru bermasalah itu menjadi guru, kepala sekolahnya itu mantan anak buahnya,” tambahnya. Disamping itu, Buchori Muslim juga membeberkan bahwa mantan guru yang pernah bermasalah itu sampai saat ini belum bisa mempertanggungjawabkan hasil audit yang dilakukan auditor independent dana guru koperasi PGRI Cileungsi Pundi Mitra Sejahtera senilai 1,2 Miliar.

“Dulu, mantan guru bermasalah itu pernah menjadi bendahara koperasi PGRI Cileungsi, dulu juga pernah meminjamkan ke pihak ke tiga senilai Rp800 Juta, tapi hingga saat ini tidak ada kabar ditagih oleh mantan guru bermasalah itu,” ucapnya. Senada dengan Babay Sarbana, Buchori Muslim pun menyayangkan yang dilakukan disdik Kabupaten Bogor sehingga bisa melantik mantan guru yang pernah bermasalah itu.

“Seharusnya kan, yang layak menjadi ketua pengawas TK dan SD itu harus kepala sekolah yang aktif,” jelasnya. Tokoh masyarakat dan anggota PGRI Cileungsi itu berharap Disdik Kabupaten Bogor bisa memperhatikan hal demikian. “ Apa jadinya dunia pendidikan nantinya dan mau dibawa kemana dunia pendidikan, jika seorang guru yang pernah bermasalah bisa naik jabatan menjadi ketua pengawas TK dan SD,” pungkasnya. (JIM)

1 komentar:

  1. KISAH SUKSES SAYA DARI HONORER JADI PNS no hp 085218184887 Drs DEDE JUNAEDY M.Si Di BKN beliau selaku kepala deputi bidang mutasi di BKN pusat yang telah membantu saya jadi PNS waspada teman selain no hp pak Drs DEDE JUNAEDY M .yang saya posting jangan sampai anda menghubungi ke no yang lain, SOAL'NYA BANYAK POSTINGAN PENIPUAN MENCATUT NAMA PEJABAT BKN WASPADA PENIPUAN.......!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus