EDISI

EDISI

Sabtu, 28 Agustus 2010

Hari Libur Bogor Macet

Hari Libur Bogor Macet

Saat akhir liburan sekolah tampaknya dimanfaatkan para pelancong untuk menghabiskan waktu di Kota Bogor. Imbasnya, jalur Kota Hujan yang relatif pendek ini dipenuhi kendaraan berplat B. Kondisi ini diperparah oleh penumpukan kendaraan akibat penundaan jalur ke Puncak pada hari yang lalu (Sabtu, 10 Juli 2010), dan membuat arus lalulintas di Jalan Raya Tajur nyaris tak bergerak.

Lokasi-lokasi yang menjadi objek para pelancong ini tak pernah berubah, yaitu factory outlet di sepanjang Jalan Pajajaran, pusat jajanan di Jalan Sukasari, wisata kuliner di Jalan Pajajaran serta pusat perbelanjaan tas di Jalan Raya Tajur. Termasuk, antrean kendaraan di pintu masuk Ruko V Poin yang hendak membeli oleh-oleh Roti Unyil Venus khas Bogor.

Pemandangan tersebut memang sudah bukan hal yang aneh. Sebab, setiap long weekend atau hari terakhir liburan, jumlah volume kendaraan yang masuk ke Kota Bogor bisa tembus sampai 300 persen.

Hal ini dibenarkan Kanit Dikyasa Lalulintas Polresta Bogor Iptu Rosa Purbo Bekti mengatakan, kepadatan arus lalulintas juga terjadi di arah selatan, tepatnya di wahana air The Jungle Adventure. “Kepadatan sangat parah, ujarnya.

Rosa menambahkan, bila membandingkan kemacetan yang terjadi pada sangat macet dari hari-hari sebelumnya. “Namun, kendaraan masih bisa bergerak, itu artinya masih dapat dikatakan aman. “Kecuali kalau sudah stuck, baru kita ambil cara lain”.

Guna mengantisipasi terjadinya penumpukan, pihaknya sudah menyiapkan upaya pengalihan. Misalnya, khusus jalur selatan yaitu arah Batutulis, diarahkan ke International Motor yang selanjutnya dibuang ke Sukasari hingga akhirnya ke Pajajaran. “Pengalihan itu kami lakukan saat-saat tertentu saja, jika lancar kami arahkan seperti biasa,” tuturnya.

Beberapa penduduk sekitar di Jalan Suryakencana mengatakan, bila maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di daerah tersebut juga menjadi faktor dominan penyebab kemacetan. “Kios PKL kadang memakan bahu jalan,” tandasnya.

Erika, warga asal Jakarta yang berlibur disekitar Kota Bogor mengatakan, kemacetan ini sangat mengganggu aktivitasnya, karena membuat para pendatang asal Jakarta yang umumnya mengendarai mobil kesulitan memarkir dan mengeluarkan kendaraan mereka. “Saya saja tadi tertahan macet hampir satu jam,” tandasnya.

Erika berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor khususnya lebih memperhatikan dan memperbaiki kekurangan tersebut. Sehingga, akan memberi kenyamanan bagi warga Bogor dan wisatawan itu sendiri. “Kalau semuanya tertata baik kan enak, jadi tak ada hambatan sehingga jumlah wisatawan yang datang ke Bogor makin bertambah. Bila sering terjadi kemacetan akan berefek pada perekonomian masyarakat Kota Bogor,” tuturnya. (Jimmy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar