EDISI

EDISI

Minggu, 20 Juni 2010

MASYARAKAT TOLAK INVESTASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, merupakan kabupaten yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berpotensi. Hal ini dapat dilihat munculnya investor-investor local yang tertarik untuk menginvestasikan modalnya diwilayah kabupaten sambas. Terutama yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Namun, dalam hal ini tidak menutup kemungkinan, para investor mendapat kendala dilapangan walaupun telah mendapat izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan yaitu PT. TANJUNG RHU PALANTATIONS AND PRODUCTS, telah membuka lahan perkebunan sawit, tetapi masarakat menolak karena belum ada persetujuan dari masarakat setempat. Penolakan tersebut dikarenakan belum adanya kesepakatan, kata salah satu warga Dusun Gunung Hijau, Kecamatan Selakau Timur yang identitasnya tidak mau dipublikasikan.

Ditempat terpisah hal senada diungkapkan oleh seorang perwakilan masarakat yang bernama Subihi, dikediamannya menuturkan, bahwa sesuai dengan hasil keputusan musyawarah dengan tokoh masarakat Desa Selakau Tua Dusun Gunung Hijau yang dihadiri oleh 3 orang anggota DPRD Kab.Sambas bahwa masarakat menolak masuknya PT.TANJUNG RHU di Dusun Gunung Hijau. Mengingat lahan seluas 340 hektar merupakan lahan yang berpotensi untuk tanaman poangan. Sedangkan lahan Negara 480 ha merupakan lahan cadangan anak cucu untuk masa depan akan datang.
Di Desa Batu Mak Jage. Kecamatan tebas disinyalir terjadi komplien antara perusahaan dengan PT.SUMATRA UNGGUL MAKMUR (PT.SUM) dikarenakan tidak jelas sosialisasnya. Bahkan tidak sesuai dengan apa yang telah dibicarakan sebelumnya, hal ini dituturkan Herlan, yang juga banyak mengetahui tentang lokasi-lokasi yang bakal digarap. Sampai saat ini masih belum jelas, ujar Herlan, yang juga mantan Kepala Desa Batu Mak Jage.

Herlan mengharapkan, agar para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya didaerah hendaknya bersosialisasi lebih dahulu pada masarakat sekitar, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari. Masarakat sudah capek dengan janji-janji dari politisi , pengusaha dan lainnya namun kenyataannya berbeda.
Sepertinya permasalahan sawit di kabupaten sambas terus bergulir belum berujung, siapa yang akan dipersalahkan ? ( JAS/Sabar-41 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar