EDISI

EDISI

Jumat, 10 September 2010

Jalan Jeranding Baru Di Kerjakan Sudah Rusak

Jalan Jeranding Baru Di Kerjakan Sudah Rusak

Ditengah kemajuan pembangunan yang begitu pesat, justru pembangunan, perbaikan dan perawatan infrastruktur jalan semakin amburadul dan terkesan tidak mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, jangankan peningkatan jalan yang terindikasi pengerjaannya kurang baik, perawatan dan perbaikan jalanpun yang dana anggarannya pertahun cukup besar masih saja pengerjaannya terindikasi asal-asal saja.

Pelaksanaan proyek pekerjaan untuk pemeliharaan jalan Jeranding, yang pengerjaannya baru kurang lebih satu bulan selesai, namun sudah tampak terlihat rusak dan berlubang sehingga hal ini sangat menghambat aktifitas masyarakat yang berlalulintas dijalan tersebut. Selain itu juga akibat dari jalan yang rusak berlubang dapat menjadi penyebab kerusak kendaraan dan penyebab terjadi kecelakaan bagi pengendara yang berlalulintas dijalan itu, terutama pada saat hujan, sehingga air yang menutupi lubang tidak terlihat oleh pengendara.

Rusaknya jalan jeranding yang baru saja diperbaiki dengan dana pemeliharaan jalan dan jembatan oleh Dinas Pekerjaan Umum kota Pontianak yaitu Bidang Bina Marga menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pengerjaan perawatan tambal sulam pada jalan jeranding yang terkesan asal saja. Dan dari hasil pantauan yang ada dilapangan memang terlihat adanya perbaikan perawatan tambal sulam yang sepertinya baru saja selesai pengerjaannya namun sudah terlihat banyak yang berlubang-lubang.

Berdasarkan informasi masyarakat yang setiap hari berlalulintas dijalan jeranding mengatakan ” bahwa dalam pelaksanaan pengerjaan tambal sulam lubang yang ditambal seharusnya disiram sama aspal cair diberi batu baru disiram lagi dengan aspal cair setelah itu baru diberi aspal masak, tetapi kalau ini tidak ada jelasnya, bahkan ada lubang yang langsung ditambal aspal masak tampa diberi batu, jadi wajar jika baru satu bulan selesai pengerjaannya sudah rusak kembali. Mengakhiri penjelasannya”

Sementara itu saat dihubungi H. Fuadi Yusla,ST,MM, Kepala Bidang Bina Marga selalu mengelak dengan berbagai alas an. Namun, bukan rahasia umum lagi seorang pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Administrasi Pontianak, “bila dihubungi terkait pemberitaan selalu mengelak dengan alasan pimpinan sedang rapat, atau sedang tidak ada diruangan’. Inilah kenyataan yang ada yang dihadapi biro ‘Tabloid Republik News’ saat untuk konfirmasi pada pejabat pemerintahan khususnya Dinas pekerjaan umum kota Pontianak. Kiranya Inspektorat pembantu Pemerintah Kota Administrasi Pontianak dan Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat dapat menindak pejabat yang diduga kurang transparan pada rakyat atau publik. (Ecky-403)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar